Selamat datang di Blog Life - Cah Jateng | Berbagi Ilmu Pengetahuan Alam, Cerita dan Coretan | Silakan tinggalkan jejak Anda di Buku Tamu | Jangan lupa follow blog Cah Jateng di Pembaca | Gunakan Cari atau Kategori untuk memudahkan Anda dalam pencarian artikel yang dibutuhkan | Terima Kasih atas kunjungannya | Semoga artikel dari Cah Jateng bermanfaat

Sabtu, 11 Juni 2011

Keanekaragaman Makhluk Hidup

  • Keanekaragaman merupakan perbedaan yang ada diantara makhluk hidup yang berbeda spesies.
  • Perbedaan antara individu satu dengan yang lainnya dalam satu spesies menunjukkan adanya variasi.
  • Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, karena habitat alaminya, kekayaan tumbuhan dan hewan serta banyaknya jumlah spesies endemik.
  • Indonesia memiliki ekosistem alami yang berbeda, dari gunung es dan padang rumput dataran tinggi di Papua, beraneka ragam hutan basah di Kalimantan dan Sumatra, ekosistem danau yang dalam dan rawa yang dangkal serta pantai.
  • Indonesia memiliki 3 tipe keanekaragaman fauna :
    • Oriental di Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan) terdapat mamalia berukuran besar, seperti : gajah, harimau, badak, dll.
    • Australia di Indonesia bagian timur (Maluku dan Papua) terdapat hewan berkantong dan burung berbulu indah, seperti : kanguru dan kaskus, cenderawasih dan betet, dll.
    • Peralihan (hewan campuran antara tipe oriental dan austalia) di Sulawesi, Lombok dan Nusa Tenggara, seperti : maleo, anoa, tarsius, babi rusa, dll.
  • Faktor yang mempengaruhi keanekaragaman makhluk hidup:
    • Faktor biotik terdiri dari makhluk hidup.
    • Faktor abiotik : faktor fisik (tanah, cahaya, suhu, air dan kelembapan) dan faktor kimia (kandungan mineral, sanitas dan tingkat keasinan).
  •  Faktor-faktor penurunan keanekaragaman hayati :
    • faktor alami : banjir, gunung meletus, tanah longsor.
    • faktor manusia : penebangan liar dan pembuangan limbah di aliran sungai.
  • Kepunahan merupakan salah satu baguan dari proses evolusi.
  • Jenis flora langka ditemukan di kawasan konservasi, yaitu anggrek selop, bunga bangkai dan kantong semar.
  • Jenis fauna langka : gajah, macan tutul, harimau Sumatra, badak Sumatra, orang utan, jalak Bali, cenderawasih, elang Jawa dan penyu.
  • Konservasi keanekaragaman hayati bertujuan melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan, diantaranya :
    • Cagar alam : membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya dan perkembangannya terjadi secara alami.
    • Suaka margasatwa : pelestarian satwa langka, satwa langka dilindungi oleh Undang-Undang Konservasi, sehingga kepemilikan harus memiliki izin khusus.
    • Taman nasional : kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli.
    • Taman laut : wilayah yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan indah di dalam laut.
  • Konservasi dibagi menjadi 2 macam :
    • In situ : konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat asli. Meliputi 7 kategori : cagar alam, suaka margasatwa, taman laut, taman burung, hutan / taman wisata, taman provinsi, dan taman nasional.
    • Ex situ : konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat asli. Misalnya : konservasi flora di Kebun Raya Bogor dan konservasi fauna di suaka margasatwa Way Kambas, Lampung.

    2 komentar:

    1. epe, tambahin ong materi biologinya...
      boleh tanya gax, bgimana sih caranya mengurangi akibat buruk dari kecanduan rokok? soalnya, temenku ada yg ngerokok berat nih.
      ada gax makanan tertentu yang buat ngurangin racun2 dari rokok itu...

      BalasHapus
    2. iya, nanti akan saya coba carikan materinya.
      saya juga tidak suka dengan perokok.
      terima kasih atas saran dan kunjungannya :)

      BalasHapus

     
    ~ Life - Cah Jateng - Designed by Miss Rinda - Layout by My Blog Make Over ~